KATA PENGANTAR

 

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat menyelesaikan laporan hasil pengamatan tentang penggolongan darah pada manusia dengan lancar tanpa ada kekurangan suatu apa pun.

          Ada pun laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas pengamatan biologi mengenai golongan darah pada manusia.

           Tugas ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan semua pihak yang telah membantu pembuatan laporan pengamatan golongan darah ini. Untuk itu kami ucapkan terima  kasih kepada guru pembimbing dan semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan pengamatan golongan darah ini.

          Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan laporan pangamatan golongan darah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik  yang membangun tetap kami nantikan demi perbaikan dimasa mendatang.

 

 

Penusun

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….i

ISI PENGGOLONGAN DARAH

            Tujuan …………………………………………………………………………….3

          Landasan Teori………………………………………………………………….3

          Alat dan Bahan………………………………………………………………….3

          Cara Kerja…………………………………………………………………………3

          Hasil Pengamatan………………………………………………………………4

          Pembahasan……………………………………………………………………..4

PENUTUP

          Kesimpulan ……………………………………………………………………….6

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGGOLONGAN DARAH

  1. A.    Tujuan

Menentukan golongan darah seseorang.

 

  1. B.    Landasan Teori

Golongan darah merupakan sifat yang diperoleh dari orang tuanya dan dapat diturunkan kegenerasi  atau keturunannya. Berikut adalah prinsip atau sistem yang mendasari penggolongan darah :

  1. Golongan darah sistem ABO
    1. Golongan darah A, pada eritrositnya mempunyai aglunitogen A dan pada plasma darahnya mempunyai aglutinin β.
    2. Golongan darah B, pada eritrositnya mempunyai aglutinogen B dan pada plasma darah mempunyai aglutinin α.
    3. Golongan darah AB, pada eritrositnya mempunyai aglutinogen A dan B dan plasma darahnya tidak mempunyai aglutinin.
    4. Golongan darah O, pada eritrositnya tidak mempunyai aglutinogen dan pada plasma darahnya mempunyai aglutini α dan β.
  2. Golongan darah sistem Rhesus ( Rh )

Golongan Rhesus ( Rh ) didasarkan pada ada tidaknya agutinogen rhesus yang disebut juga faktor Rhesus, dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Golongan Rh+  jika di dalam sel darah terdapat aglutinogen Rhesus.
  2. Golongan Rh–  jika di dalam sel darah tidak terdapat aglutinogen Rhesus.

 

  1. C.     Alat dan Bahan
    1. Serum anti A, anti B, anti AB, dan anti D
    2. Jarum lanset
    3. Kaca preparat
    4. Tusuk gigi
    5. Kapas
    6. Alkhohol 70%

 

  1. D.    Cara Kerja
    1. Bersihkan jari manis dengan kapas yang telah dibasahi oleh alkhohol 70%.
    2. Tusukan jari manis dengan jarum lanset, kemudian teteskan darah pada kaca preparat menjadi 4 bagian.
    3. Teteskan 1 tetes serum anti A, anti B, anti AB, dan anti D pada darah yang telah dibagi menjadi 4 bagian.
    4. Aduklah masing – masing tetes dengan tusuk gigi yang berlainan.
    5. Tentukan golongan  darah teman- teman anda.
    6. Tuliskan pengamatan anda dalam bentuk tabel.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. E.     Hasil Pengamatan

 

No

Nama Siswa

Anti A

Anti B

Anti AB

Anti D

Aglutinogen

Aglutinin

Golongan Darah

1.

Mareta C.

+

+

+

B

α

B

2.

Raharjiati

+

+

+

B

α

B

3.

Tri Yuliana

+

Tidak Ada

α dan β

O

4.

Trubus I.K.

+

+

+

B

α

B

5.

Nurul Hudallah

+

+

+

A

β

A

6.

Muhamad F.

+

Tidak Ada

α dan β

O

 

Keterangan : tanda (+) bila terjadi aglutinasi ( penggumpalan )

                                 tanda (–) bila tidak terjadi aglutinasi ( penggumpalan )

  1. F.       Pembahasan

® Cara menentukan golongan darah seseorang:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu tuangkan sedikit alkohol 70% pada kapas.
  2. Kemudian tusukan jarum lanset pada jari manis.
  3. Setelah kita menusuk jari manis dengan jarum lanset, kemudian teteskan darah pada kaca preparat menjadi 4 bagian, dan setelah itu teteskan darah tersebut dengan serum anti A, anti B, anti AB, dan anti D pada masing- masing bagian.
  4. Apa bila pada darah yang ditetesi serum anti A kemudian menggumpal, maka eritrositnya mempunyai aglutinogen A dan pada bagian yang kedua ditetesi serum anti B tidak terjadi penggumpalan, dan pada bagian ketiga ditetesi serum AB terjadi penggumpalan maka orang tersebut memiliki golongan darah A, dan bila bagian keempat ditetesi serum anti D (Rhesus) terjadi penggumpalan maka orang tersebut memiliki Rh+ .

® Aglutinogen yang terdapat pada eritrosit teman kami :

No.

Nama Siswa

Aglutinogen

1.

Mareta C.

B

2.

Raharjiati

B

3.

Tri Yuliana

Tidak Ada

4.

Trubus I.K.

B

5.

Nurul Hudallah

A

6.

Muhamad F.

Tidak Ada

 

 

 

 

 

 

® Golongan darah yang dimiliki oleh teman kami :

No.

Nama Siswa

Golongan Darah

1.

Mareta C.

B

2.

Raharjiati

B

3.

Tri Yuliana

O

4.

Trubus I.K.

B

5.

Nurul Hudallah

A

6.

Muhamad F.

O

 

® Fungsi serum- serum :

  1. Serum anti A adalah untuk mengetahui ada tidaknya aglutinogen A dalam darah, apabila dalam darah terdapat aglutinogen A, maka serum A akan menggumpalkan darah tersebut.
  2. Serum anti B adalah untuk mengetahui ada tidaknya aglutinigen B dalam darah apabila dalam darah terdapat aglutinogen B, maka serum B akan menggumpalkan darah tersebut. 
  3. Serum anti AB adalah untuk mengetahui ada tidaknya aglutinogen A dan B dalam darah, apabila dalam darah terdapat aglutinogen A dan B, maka serum A dan B akan menggumpalkan darah tersebut.
  4. Serum anti D adalah untuk mengetahui ada tidaknya rhesus dalam darah, apabila dalam darah terdapat Rh+ maka dalam darah tersebut akan menggumpal, dan sebaliknya bila dalam darah terdapat Rh, maka darah tersebut tidak akan menggumpal.

 

 

® Fungsi alkohol 70% :

  1. Sebagai sterilisator, saat jari ditusuk dengan jarum lanset, keadaan jari harus bersih supaya bakteri dan mikroorganisme tidak masuk kedalam tubuh.
  2. Alkohol juga berfungsi sebagai peredam rasa sakit.
  3. G.    Kesimpulan

Dari percobaan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menentukan golongan darah seseorang dapat ditentukan melalui percobaan langsung dengan cara meneteskan serum antiA, anti B, anti AB, dan serum anti D. Jika darah ditetesi serum anti A darah tersebut akan menggumpal, maka darah tersebut mengandung aglutinogen A dan orang tersebut memiliki golongan darah A. Bila darah ditetesi serum anti B darah tersebut akan menggumpal, maka darah tersebut mengandung aglutinogen B dan oarang tersebut memiliki golongan darah B. Apabila darah ditetesi serum anti AB darah tersebut akan menggumpal , maka orang tersebut mengandung aglutinogen AB dan memiliki golongan darah AB. Dan jika darah ditetesi serum anti D darah tersebut akan menggumpal , maka darah tersebut mengandung aglutinogen D dan memiliki Rhesus positif (Rh+).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s